Ahlan wa sahlan! Selamat datang sahabat di Situs Resmi BSMI Kota Bandung!
Tampilkan postingan dengan label Tausyiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausyiah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Mendoakan Orang Lain

Seperti biasa, pada sepertiga malam terakhir, Sayyidah Fathimah putri kesayangan Rasulullah saw senantiasa melaksanakan shalat tahajud di rumahnya. Terkadang, ia menghabiskan malam-malamnya dengan qiamulail dan doa. Hasan bin Ali, putranya, sering mendengar munajat sang bunda.

Suatu pagi, ketika Sayyidah Fathimah selesai berdoa, Hasan kecil bertanya, "Ya Ummi, dari tadi, aku mendengarkan doamu, tetapi tak satu pun doa yang kau panjatkan untuk dirimu sendiri?"

Fathimah menjawab dengan lembut, "Nak, doakan dulu tetanggamu karena ketika para malaikat mendengarkanmu mendoakan tetanggamu, niscaya mereka akan mendoakanmu. Adakah yang lebih baik daripada doa para malaikat yang dekat dengan Allah, Tuhan kita?"
Apabila salah seorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui oleh yang didoakan, para malaikat berkata, "Amin, semoga engkau memperoleh pula sebagaimana yang engkau doakan itu." (HR Muslim dan Abu Dawud)
 
Allah dan Rasul-Nya memotifasi kaum muslimin untuk senantiasa mendoakan saudaranya, sampai-sampai Allah Ta’ala mengutus malaikat yang khusus bertugas untuk meng’amin’kan setiap doa seorang muslim untuk saudaranya dan sebagai balasannya malaikat itupun diperintahkan oleh Allah untuk mendoakan orang yang berdoa tersebut. Berhubung doa malaikat adalah mustajab, maka kita bisa menyatakan bahwa mendoakan sesama muslim tanpa sepengetahuannya termasuk dari doa-doa mustajab. Karenanya jika seseorang mendoakan untuk saudaranya tentu saja doa yang sama akan kembali kepadanya maka potensi dikabulkannya akan lebih besar dibandingkan dengan mendoakan untuk dirinya sendiri.

Nabi SAW bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)


Posted by MM#4

Jumat, 30 Maret 2012

antara Nikmat dan Syukur


Kejadian siang itu membuat seorang bapa satu anak harus dibawa ke Rumah Sakit, yang dia ingat siang itu dia membantu membetulkan listrik bertegangan tinggi dan setelah itu terjatuh….
Ketika Ia siuman dari pengaruh obat bius, ia merasa ada yang berbeda dengan tubuhnya… tangan kanannya meraba kedua kaki dan tangan kiri kirinya,,,, ” neng kaki aa mana?” istri dan keluarganya terdiam.. mereka tak mampu menahan air mata yang menetes, sontak bapa satu anak itu menangis dan berteriak sejadi-jadinya ketika ia menyadari kedua kaki dan tangan kirinya tak ada lagi (di amputasi)…
 “ dokter apa yang anda lakukan dengan tangan dan kaki saya?” “ bapa mohon  tenang”.. seperti apapun dokter menjelaskan dan menenangkan nya ia tetap tak bisa menerima…
Disaat ia menangis dan masih dalam tahap penolakan… anak semata wayang yang sangat ia cintai menatap wajah sang ayah dan berkata “ bapa ulah nangis, enggal uih, ade bakal ngabantuan bapa,  engke di bumi lamun bade emam ku ade disuapan,” ( bapa jangan menangis, cepat pulang ya pa,, nanti dirumah ade bakal bantuin bapa, nanti kalau mau makan ade yang suapin bapa ya), sejenak ia terdiam mendengar perkataan anak usia 4 tahun didepannya..
Peristiwa-peristiwa seperti ini sering datang dan pergi begitu saja. Kadang kita tak menemukan apa-apa, karena amat sedikit yang kita renungkan.
            Mahasuci Allah. Alangkah banyak nikmat yang kita rasakan, tetapi alangkah sedikit yang kita syukuri. Alangkah banyak anugrah yang kita nikmati, tetapi alangkah seringnya kita terlambat menyadari.
“sesungguhnya Allah SWT memiliki seratus rahmat. Kemudian Ia turunkan hanya satu rahmat kepada jin, manusia, hewan, dan serangga di dalamnya. Dengan rahmat itulah mereka saling menyayangi dan kasih mengasihi. Dengan rahmat itu pula, perempuan jahat pun menyayangi anaknya. Allah SWT menunda sembilan puluh sembilan rahmat-Nya, yang akan dikarunikan bagi hambaNya pada Hari Kiamat.”(HR Bukhari dan Muslim)
Alangkah sering kita lupa atas nikmat-nikmat yang diberikan Nya, lupa menggunakannya, lupa mensyukurinya bahkan lupa kepada Ia Yang Memberi Nikmat, padahal Dia berjanji akan menambah nikmat bagi siapa saja hambaNya yang bersyukur

Wa allohu alam bi showab
 

penulis: Yani A F Bastian
Posted by MM#5

Kamis, 22 Maret 2012

Have you heard?


Bismillahirrahmaanirrahiim...

HAVE YOU HEARD
By Zain Bikha


Each day we are reminded
and each day we say
there's not much that we can do
it seems so far away
So we live our lives in silence
pretending not to hear
the voices of our people
The cry is so so clear

Why do we stand by spectating
while our brothers cry jihad?
We are bound by one conviction:
we believe in Allah

Have you heard of Kosova, of Afghanistan?
Have you heard of Palestine?
Have you heard of all these people
persecuted in their land?
Do you know (Don’t you realize) that all these people are dying for Islam?
Have you heard, have you heard
have you heard?

Each day is like another
Nothing seems to change
Today he'll lose his brother
Tomorrow will be the same
Yet his faith makes him stronger
he's come so so far
The pain in his heart is eased
by his love for Allah
O I envy you my brother
in adversity you pray
You know that heaven awaits you
at the end of this day

Tiap hari kita diingatkan
dan tiap hari kita berkata...
tidak banyak yang dapat kita lakukan
hal itu terlihat begitu jauh...
Sehingga kita menjalani hidup dalam diam
pura-pura tidak mendengar
suara dari saudara-saudara kita
Tangisannya begitu jelas

Kenapa kita berdiri menonton
sementara saudara kita menangis, berjihad?
Kita terikat oleh satu keyakinan
kita percaya kepada Allah

Pernahkah kamu mendengar tentang Kosova? Afganistan?
Pernahkah kamu mendengar tentang Palestina?
Pernahkah kamu mendengar tentang orang-orang ini dianiaya di tanah mereka?
Apakah kamu tahu (Tidakkah kamu sadar) orang-orang ini meninggal untuk Islam?
Pernahkah kau mendengarnya? Pernahkah?

Setiap hari adalah sama
Tidak ada yang terlihat berubah
Hari ini ia akan kehilangan saudaranya
Esok pun akan seperti ini
Namun keimanannya membuatnya lebih kuat
Dia sudah berusaha sejauh ini
Rasa sakit dalam hatinya mereda
karena cinta-Nya pada Allah
O aku iri padamau saudaraku
dalam kesengsaraan kau berdoa
kau tahu surga menantimu
pada akhir hari ini..


Posted by MM#2


Selasa, 02 Agustus 2011

Keutamaan Bulan Ramadhan


Alhamdulillah, sekarang kita telah menginjak bulan Ramadhan. Berikut adalah keistimewaan-keistimewaan yang disebutkan dalam berbagai ayat dan hadits. Semoga dengan mengetahui hal ini, kita akan semakin semangat di bulan Ramadhan. 

1. Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an
Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”[1]

Minggu, 17 Juli 2011

Bagaimana Menyambut Bulan Suci Ramadhan


Alangkah bahagianya kaum muslimin dengan kedatangan bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, bulan Al-Qur’an, bulan ampunan, bulan kasih sayang, bulan doa, bulan taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan dari api neraka. Bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh segenap kaum muslimin. Bulan yang sebelum kedatangannya Rasulullah Saw. berdoa kepada Allah: “Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.” Bulan dimana orang-orang saleh dan para generasi salaf berdoa kepada Allah agar mereka disampaikan ke bulan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya, Mualla bin al-Fadhl berkata: “Mereka (salaf) selama enam bulan  berdoa kepada Allah supaya disampaikan ke bulan Ramadhan, dan berdoa enam bulan selanjutnya agar amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima.” Kenapa mereka begitu bersungguh-sungguh memohon kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan? Mari kita dengarkan sabda Rasulullah Saw. ketika beliau memberi

Selasa, 05 Juli 2011

ILMU bagai Tali tak Berujung

                                bias dirimu,
                                ... tidak tampak
                               dekat keberadaanmu,