Hari Ahad, 2 Juni 2012 (seminggu yg lalu), GAMA Analis Kesehatan Poltekkes Bandung bekerja sama dengan BSMI Kota Bandung mengadakan acara khitanan masal yang diikuti oleh 7 orang anak disekitaran kampus Analis Kesehatan Bandung di Cimahi.
Acara khitanan ini dimulai dari pukul 08.00 - 12.00 WIB.
Satu per satu peserta khitan pun datang dengan gagahnya. Lengkap menggunakan baju koko putih, sarung dan kopiah. Gagah tapi lucuuu dan imuut jugaa...^o^..
Wajah dari adik-adik ini sangatlah lucu, ada yang menunjukkan kecemasan, kekhawatiran ada juga yang adem ayem aja, santai kaya dipantai...hehe..Pokonya beragam ekspresi muncul dari wajah mereka, mungkin mereka juga merasa takut karena mendengar tangisan dan teriakan dari peserta yang sedang di khitan. Setelah selesai dikhitan, adik-adik ini mendapatkan sebuah kue yang indah dan nampak lezat, juga mendapatkan makanan cemilan yang banyak... mm yummmy...
ini kuenya..^o^
Alhamdulillah atas kehendakNya, kerja keras tim BSMI dan bantuan dari pihak GAMA, acara ini berjalan dengan lancaar.^-^. Adik-adik yang tadinya menangis saat dikhitan sudah tersenyum senang acara saat itu pun berakhir dengan riang..
Eiitss..rangakaian khitannya belum selesai kawan..^-^.. Setelah adik-adik ini dikhitan, tentunya perlu ada kontrol dari dokter untuk memeriksa kondisi adik-adik ini.
Tepatnya hari Selasa, 05 Juni 2012 dokter dari BSMI mengunjungi adik-adik ini lagi untuk memeriksa keadaan mereka tentunya. Setelah memeriksa kondisi adik-adik ini, berakhirlah rangakaian acara kihtanan masal yang diadakan GAMA Analis Kesehatan ini.
Kami dari pihak BSMI Kota Bandung mengucapkan terima kasih banyak, jazakumullah khairan katsira atas kepercayaan dari pihak GAMA untuk berkerjasama dengan kami dalam acara khitanan masal ini. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuannya dalam teknis pelaksanaan khitanan ini. Mohon maaf apabila ada ucapan atau tingkah laku kami yg kurang berkenan. Semoga dari acara ini kita semua mendapatkan limpahan KaruniaNya dan mendapatkan RidhaNya. Aamiin ^-^
untaian kata dari GAMA...
"Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar. Semoga kerjasama dan silaturahim dengan BSMI kota Bandung terus berlanjut.. ^o^ " Aamiin
Rasulullah
memutuskan berdakwah kepada Bani Amir bin Sha’sh’ah. Mengajak mereka masuk
Islam dan bersyahadat. Seorang bernama Bahirah bin Faras berkata “ Demi Allah
jika aku mengambil pemuda ini dari Quraisy, maka dia akan diperebutkan orang
Arab”.
“Bagaimana
jika kami masuk Islam, apakah kami mendapat bagian jika menang perang?” tanya
dirinya kepada Rasulullah.
“Bagian
itu hak Allah, dia berikan kepada siapa yang dikehendaki” jawab Rasulullah.
“Apakah
kami akan menyerahkan leher kami kepada orang Arab, padahal kami telah
membantumu. Kami tidak butuh dirimu” tolaknya kepada Islam yang dibawa
Rasulullah.
Dalam kesempatan
lain, sahabat tercinta Khalid bin Walid diminta turun dari jabatannya sebagai
panglima perang. Seorang panglima perang yang dikenal pandai memimpin pasukan
berkuda ini, diminta menyerahkan tahta kepemimpinannya. Apa jawaban Khalid?
Tegas
beliau mengatakan “ ya, saya siap terima perintah Khalifah. Tapi jangan dulu
sebarkan pengumuman ini. Tunggu selesai perang, dan secara resmi saya serahkan
tampuk kepemimpinan ini. “
Subhanallah
itulah sikap seorang jundullah. Nabi Muhammad SAW dan Khalid mengajarkan bahwa
tak ada pangkat dalam dakwah. Semua diserahkan sebagai amanah Allah SWT. Ketika
tiba waktunya amanah diambil, ikhlas semua diserahkan kepada keputusan jamaah
dan Allah SWT. Sebab segala urusan adalah kepunyaan Allah, kita hanya
melaksanakan perintah-Nya. Seorang sahabat mulia, Yahya Bin Muadz berkata “
Tidak akan beruntung siapa yang tercium darinya aroma ambisi kepemimpinan”.
Rasulullah
tidak pernah menjanjikan keindahan duniawi baik jabatan, kedudukan dan atribut
duniawi lainnya. Sekali – kali tidak, Rasulullah tidak melarang kita menjadi
pemimpin. Tetapi jangan sampai pangkat dan jabatan melenakan kita. Kesempatan
menduduki posisi sebuah lembaga atau organisasi adalah pemberian Allah. Sewaktu
– waktu siap dicabut jika Allah mengingingkannya. Untuk itu, kita harus siap
dan legowo jika amanah itu dicabut dan diberikan kepada yang lain.
Pangkat Dakwah???
Bagaimanapun
indikator kesuksesan hidup adalah keseimbangan (tawazun) kehidupan dunia dan
akhirat. Amanah atau jabatan hanya sebuah proses yang harus dijalankan tanpa
harus meminta. Jadikan dunia di tanganmu, jangan letakkan di hatimu. Begitu
pesan agung dari Rasulullah SAW. Sebuah pemaknaan mendalam agar tidak
menjadikan harta, tahta dan pangkat sebagai Tuhan sehingga melupakan Tuhan yang
sebenarnya yaitu Allah SWT.
Rasulullah
memuji sikap seorang kader dakwah yang siap ditempatkan dimana saja. Tidak
mengemis jabatan melainkan siap ketika diberikan amanah kepemimpinan.Sebab persoalan amanah adalah peluang
dan kompetensi. Dimensi ini penting, sebab kesempatan memimpin sesungguhnya
adalah peluang menebarkan kebaikan. Sedangkan, kompetensi adalah harga wajib,
dimana tren yang berkembang adalah pemimpin yang berkompeten. Apalagi perlu
diingat, Al – Quran menekankan muslim yang kreatif dan menguasai bidangnya
sebab tradisi mencontek dan plagiasi tidak
akan mendapat tempat terhormat di setiap parade zamannya.
Kasus di atas misalnya, mengapa Allah
memberikan amanah memimpin pasukan berkuda kepada Khalid? Jawabannya jelas,
Khalid sejak masa jahiliyah dikenal sebagai pemimpin pasukan berkuda yang
ulung. Prestasi perangnya ini yang membuat Rasulullah SAW mempercayakan pasukan
berkuda umat islam kepada Khalid.Kasus
serupa dapat ditemui pada Salman Al Farisi dalam perang Khandaq. Kecerdikan
beliau pada masa lalunya dimana kalangan Persia dikenal sebagai ahli strategi
perang kota dipakainya ketika resmi bergelar muslim. Jadilah kaum kafir
kesulitan menembus barisan pertahanan kaum muslimin.
Persoalan peluang dan kesempatan itu
sayangnya bersifat terbatas baik dari kebutuhan SDM (sumber daya manusia) dan
umur gerakan. Ketika sudah waktunya regenerasi, sudah sepantasnya Allah SWT
mengangkat amanah yang sudah diberikan kepada kita. Sebab itu, jangan malu
mengakui dan menyerahkan amanah kepemimpinan ketika dirasakan kita sudah tidak
mampu melaksanakannya.
Dan keinginan untuk tidak memburu
jabatan dalam dakwah banyak digoreskan dalam Sirah Nabawiyah. Rasulullah SAW bersabda;
“Alangkah bagusnya seorang hamba yang memegang kendali kudanya di
jalan Allah, rambutnya kusut, kakinya berdebu. Jika mendapat tugas berjaga ia
berjaga. Jika tugasnya di bagian logistik, ia di logistik. jika meminta izin,
tidak diizinkan. Dan jika memberi rekomendasi, rekomendasinya tidak berlaku.”
Ibnul Jauzi berkata,
artinya Ia tidak disebut-sebut, tidak menginginkan ketinggian. Ibnu Hajar
berkata, ‘hadis ini memuat anjuran untuk membuang ambisi kepemimpinan dan
popularitas, serta keutamaan ketidaktenaran dan tawadhu’.
Tipe orang /da’i
seperti itulah yang membuat suksesnya dakwah. Adapun para pemuja ambisi
kepemimpinan, jabatan dan ketenaran, merekalah yang bakal menjadi batu-batu
sandungan terhadap suksesnya harakah islamiyah.
Proses kematangan kompetensi
menjadi sebab amanah harus dijaga dengan baik. Ketika itu gagal dilaksanakan,
jadilah jamaah dakwah tercerai berai. Seperti yang dikisahkan dalam Perang
Uhud, akibat perebutan ghahinamh (harta rampasan perang) pasukan pemanah meninggalkan amanahnya. Jika mau
diistilahkan pangkat, maka persoalan ghanimah menjadi pangkat yang dikejar sehingga membuka
celah pasukan musuh menembus barikade kaum muslimin.
Maka, ketika kita sekarang masih
disibukkan dalam menyandang amanah sudah seharusnya kita merefleksikan diri
atas firman Allah SWT :
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami
telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya
enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan
dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan
amat bodoh.” (QS. Al Ahzab: 72)
Dalam ayat ini mengandung penjelasan
tentang beratnya amanah dan beban yang harus ditanggung oleh manusia, dimana
langit, bumi dan gunung sebagai makhluk Allah yang perkasa dan kuat merasa
lemah dan enggan untuk memikul amanah itu, takut dan khawatir jikalau tidak
sanggup menunaikannya. Lantas mengapa kita berebutan
amanah dakwah dan menganggap amanah sebagai pangkat dalam dakwah?
Inggar Saputra
Alhamdulillah selesai di Rumah Inspirasi, 30
April 2011, 16.08
Note : sebagian tulisan diambil buku ‘Rambu-rambu
tarbiyah’ karya Abdul Hamid Jasim Al-Bilaly dan blog Rijaluliman.blogspot.com
‘Balai pengobatan ini diselenggarakan sebagai salah satu wujud tanggung
jawab yayasan terhadap kesehatan masyarakat sekitar’, berikut diungkapkan
Ustadz Yusyadi, Ketua Yayasan Bina Insan Ar Rahmanpada
Relawan BSMI Kota Bandung, di sela kegiatan balai pengobatan (BP) yang
diselenggarakan oleh Yayasan Bina Insan Ar-Rahman di Sadang Serang, Bandung
pada hari Minggu, 26 Februari 2012 kemarin.
BSMI Kota
Bandung kembali menggebrak Kota Bandung lewat gelaran balai pengobatannya. Balai
pengobatan yang dikomandoi oleh Feni Widya Jayanti ini adalah bentuk kerjasama
yang dilakukan antara BSMI Kota Bandung dengan Yayasan Bina Ar-Rahmah. Balai
Pengobatan ini adalah salah satu dari rangkaian acara yang diselenggarakan oleh
yayasan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain BP, juga diselenggarakan
berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi warga sekitar, diantaranya adalah
senam sehat yang dilanjutkan dengan pembagian hadiah, ceramah dari Ustadz, juga
berbagai lomba yang ditujukan untuk anak-anak.
Serangkaian acara bakti sosial Yayasan Bina Insan Ar Rahman
Berawal dari sebuah persaudaraan
dalam satu wadah, hari itu kami pun mendapat undangan untuk melakukan Balai
Pengobatan dari pihak BSMI Kabupaten Bandung. Balai Pengobatan ini diadakan
oleh LAZIS STT Telkom, sebuah Organisasi penyalur Zakat, Infaq dan Shodaqoh
yang berada di lingkungan kampus STT Telkom dengan target peserta yang sangat
banyak, yaitu 200 orang.
Balai pengobatan sendiri adalah
salah satu kegiatan dari BSMI yang bersifat kuratif yang artinya kegiatan
pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan
akibat penyakit agar kondisi penderita terjaga seoptimal mungkin.
Meskipun kami mengalami kendala
koordinasi yang cukup membingungkan, tapi itu semua tidak menjadi halangan
berarti untuk kami agar tetap melaksanakan kegiatan ini. Hari Ahad, 22 April
2012 pukul 09.00 s.d 15.00 WIB bertempat di Masjid Syamsul Ulum STT Telkom,
kegiatan Balai Pengobatan Gratis pun Alhamdulillah berhasil dilaksanakan.^o^
Antusiasme masyarakat sangat terlihat
sejak pertama kali menginjakkan kaki di masjid Syamsul Ulum. Ketika kami
datang, sudah banyak masyarakat yang mengambil antrian dan menanti kegiatan ini
dimulai. Itulah salah satu hal yang menjadi penyemangat kami untuk melaksanakan
kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Menebar manfaat untuk masyarakat.^o^..
Dalam kegiatan ini terdapat Pos
Registrasi yang di isi oleh pihak Panitia Lazis dan BSMI, lalu ada Pos
Pengukuran Tekanan darah dan anamnesa awal, Pos Pemeriksaan dokter yang diisi
oleh 4 dokter yang sudah mumpuni, juga ada Pos Obat-obatan yang diisi oleh
pihak BSMI dan Lazis.
Masyarakat terus berdatangan untuk
melukakan pemeriksaan sampai akhirnya pada pukul 15.00 WIB kegiatan kami pun selesai.
Banyak sekali hikmah yang dapat di ambil dalam kegiatan ini, diantaranya yang
pertama nikmatnya menjalin silaturahim dengan saudara-saudara yang
berada di Dayeuh Kolot. Yang kedua, nikmatnya menebar manfaat. Semua
rasa 4L (Lemah, Letih, Lemas,Lunglai) terhapus sudah oleh senyuman manis yang
menghiasi wajah masyarakat. Yang ketiga, nikmat masih diberi kesehatan.
Kita jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur atas nikmat ini, justru karena
kita masih diberi nikmat sehat ini kita perlu membantu saudara-saudara
kita yang membutuhkan pertolongan.
Kami berharap kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat.
Testimoni Panitia LAZIS STT Telkom
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada
BSMI atas kerjasamanya. Pengurusnya yang ramah, ketepatan waktu dan toleransi
sangat membantu acara pertama kami ini berjalan dengan lancar.”
Testimoni Mayarakat Peserta Balai
Pengobatan
“Terima kasih kepada mahasiswa dan BSMI
yang telah mengadakan kegiatan ini, semoga kedepannya bisa diadakan lagi acara
kaya gini.”
“Sangat bersyukur dan sangat
berterima asih atas kegiatan BP,jangan Cuma sekali dua kali ya”
“BSMInya TOP gitu dah”
“Senang dengan ada pengobatan ini,
kan gratis, sangat membantu sekali. Kalo bisa mah sebulan sekali diadain cara
ini”
Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:“Allah ta’ala menolong seorang
hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya.”Beliau juga bersabda:“Barang siapa menolong
saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta’ala akan menolongnya.”(HR. Muslim)
Minggu(25/03/2012), Sekolah Alam Bandung. Divisi Diklat dan Relawan mengadakan kegiatan Training Managemen Aksi dengan take line “Kami Siap Beraksi” dalam rangka mempersiapkan relawan untuk menjadi tim medis yang kompeten. Pada hari jum’at (30/03/2012), tim medis ini rencananya akan diturunkan dalam kegiatan Long March“Global March to Jarussalem”. Namun karena suatu hal, aksi ini dibatalkan.
Acara berlangsung kurang lebih 7 jam. Diawali dengan latihan fisik, peserta training harus melakukan pemanasan, berlari, berjalan naik melewati tanjakan dan jalan raya sebagai simulasi Long March. Setelah me-recharge fisik, peserta diberi kesempatan untuk me-recharge ruhiyah dengan solat dhuha.
Pemanasan dan olahraga pagi
Materi 1, yaitu “Ada Apa dengan Palestina?” disampaikan oleh Ustadz Oki Dwi Anugrah, S, Sos.i. Beliau menampilkan film tentang Palestina yang dibuat oleh orang Belanda. Tak lupa disampaikan pula kabar terbaru mengenai Palestina.